PROPOSAL
KEGIATAN UKBM (UPAYA
KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT)
MATA KULIAH UPAYA
KESEHATAN BERBASIS MASYARAKAT II
di Wilayah Kecamatan
Wadaslintang,Kabupaten Wonosobo
Tanggal pelaksanaan 28
September s.d 6 November 2020

Pelaksana
Nama : Noventi Setyorini
Nim : P1337425217052
Prodi : DIV Keperawatan Gigi
PRODI DIV TERAPI GIGI
JURUSAN KESEHATAN GIGI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
November, 2020
HALAMAN PERSETUJUAN
Proposal
kegiatan UKBM ini merupakan bentuk
Upaya
Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat diwilayah Kecamatan Wadaslintang,Kabupaten
Wonosobo yang akan
dilaksanakan
pada tanggal 28 September sampai dengan 6 November 2020.
Proposal
ini disetujui pada tanggal .............
Pelaksana
kegiatan :
Nama
: UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya
Masyarakat)
NIM : P1337425217052
Semarang,12 Oktober 2020
MENGETAHUI
Ketua
Program Studi
Dosen Pembimbing
DIV
Terapi Gigi
Salikun,
S.Pd, M.Kes Irmanita
Wiradona, S.SiT, M.Kes
NIP.
19620406 198803 1 002 NIP. 19791115 200501 2 005
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi
masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam
bentuk upaya kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat. Upaya
kesehatan diselenggarakan dalam bentuk kegiatan dengan pendekatan promotif,
preventif, kuratif, dan rehabilitative yang dilaksanakan secara terpadu,
menyeluruh, dan berkesinambungan (UU Kesehatan no.36/2009).
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan
secara keseluruhan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Untuk mewujudkan
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi masyarakat, diselenggarakan
upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan
perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat yang diselenggarakan dalam bentuk
kegiatan dengan pendekatan promotif, preventif , kuratif, dan rehabilitatif
yang dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, dan berkesinambungan (UU Tentang
Kesehatan No.36 Tahun 2009)
Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) merupakan salah satu program
yang dicanangkan oleh Kementrian Kesehatan RI yang bertujuan untuk mencapai
derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal.UKGS adalah bagian integral dari
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang melaksanakan pelayanan kesehatan gigi dan
mulut secara terencana pada para siswa, terutama siswa Sekolah Tingkat Dasar
(STD) dalam suatu kurun waktu tertentu diselenggarakan secara berkesinambungan
melalui paket UKS yaitu paket Minimal, paket Standar, dan paket Optimal
(Depkes, 1996). UKGS merupakan upaya kesehatan yang sangat relevan dalam
pelaksanaan upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut. Program ini meliputi
promotif, preventif, kuratif dan dititik beratkan pada upaya penyuluhan,
gerakan sikat gigi massal serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut pada setiap
murid (Darwita, dkk., 2011).
Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2018 menunjukkan bahwa
prevalensi nasional indeks DMF-T adalah 39,3%. Pravalensi rata-rata penduduk
Indonesia usia 3-4 tahun bermasalah pada gigi dan mulut untuk gigi rusak,
berlubang ataupun sakit sebesar 81,5% . Adapun persentase karies Provinsi Jawa
Tengah sebesar 43,4% (RISKESDAS, 2018).
Karena beberapa alasan
tersebut perlu dilakukan intervensi sebagai langkah awal untuk mengatasi
massalah kesehatan gigi dan mulut yang terdapat di Kelurahan Jabungan Kecamatan
Banyumanik yaitu dengan menyelenggarakan pelatihan kader dan pembentukan UKGM.
B.
MASALAH
1.
Data Masalah
Dari hasil pendataan identifikasi di lingkungan Desa
Wadaslintang Kabupaten Wonosobo pada tanggal 11-12 0ktober 2020 dapat ditemukan
data sesuai dengan form pendataan warga. Pendataan dan jawaban dari pertanyaan
form pendataan warga didapat hasil sebagai beikut :



2.
Identifikasi Masalah
|
No |
Data Fokus |
Masalah |
|
Perilaku |
||
|
1 |
Data Subjektif: Terdapat warga yang kurang mengetahui penyebab gigi
berlubang Data Objektif Dari 10 KK yang di survey terdapat 1 orang yang
kurang memahami pengetahuan tentang penyebab gigi berlubang |
Dapat menjadi salah satu penyebab utama dalam kesehatan
gigi dan mulut |
|
Sikap |
||
|
1 |
Data Subjektif Terdapat warga yang kurang memahami pemakaian sikat
secara bersamaan Data Objektif Terdapat 5 orang warga yang menjawab tidak setuju |
Dapat menyebabkan terjadinya penyebaran bakteri |
|
2 |
Data Subjektif Terdapat warga yang lebih memilih snack daripada
buah,dikarenakan kurangnya pemahaman Data Objektif Terdapat 6 warga yang lebih memilih memakan snack |
Snack menyebabkan gigi berlubang |
|
3 |
Data Subjektif Terdapat beberapa warga yang tidak menambalkan gigi
berlubang ke pelayanan kesehatan gig Data Objektif 2 orang warga menjawab ragu-ragu dalam melakukan
penambalan gigi di pelayanan kesehatan |
Menambalkan gigi di luar pelayanan kesehatan dapat
menimbulkan resiko masalah. |
|
Tindakan |
||
|
1 |
Data
Subjektif Terdapat beberapa warga yang tidak/sudah melakukan
kegiatan menyikat gigi sebelum tidur Data Objektif Terdapat 6 warga yang pernah mengalami menyikat gigi sebelum tidur |
Dapat menyebabkan resiko gigi berlubang |
|
2 |
Data Subjektif Terdapat beberapa warga yang tidak menyikat gigi setelah
sarapan Data Objektif Terdapat 1 warga yang pernah mengalami menyikat gigi setelah
sarapan |
Dapat menyebabkan resiko gigi berlubang |
|
3 |
Data Subjektif Terdapat beberapa warga yang menyukai makan makanan ringan
di pagi dan siang hari Data Objektif Terdapat 2 warga yang menyukai makan makanan ringan di
pagi dan siang hari |
Dapat menyebabkan resiko gigi berlubang |
|
4 |
Data Subjektif Terdapat beberapa warga yang tidak terbiasa menggosok gigi
sedari kecil Data Objektif Terdapat 5 warga yang tidak terbiasa menggosok gigi sedari
kecil |
Dapat menyebabkan resiko gigi berlubang |
3.
Prioritas Masalah
|
No |
Masalah |
C |
P |
S |
M |
Total |
Urutan Prioritas Masalah |
|
1 |
Terdapat warga yang kurang mengetahui
penyebab gigi berlubang |
4 |
4 |
4 |
4 |
16 |
1 |
|
2 |
Terdapat warga yang lebih memilih snack
daripada buah,dikarenakan kurangnya pemahaman |
4 |
4 |
3 |
3 |
14 |
2 |
|
3 |
Terdapat beberapa warga yang tidak
menambalkan gigi berlubang ke pelayanan kesehatan gig |
3 |
3 |
3 |
3 |
12 |
3 |
|
4 |
Terdapat beberapa warga yang menyukai makan
makanan ringan di pagi dan siang hari |
3 |
3 |
2 |
2 |
10 |
4 |
|
5 |
Terdapat beberapa warga yang tidak/sudah
melakukan kegiatan menyikat gigi sebelum tidur |
2 |
2 |
1 |
2 |
7 |
5 |
|
6 |
Terdapat beberapa warga yang tidak terbiasa
menggosok gigi sedari kecil |
2 |
1 |
1 |
2 |
6 |
6 |
|
7 |
Terdapat warga yang kurang memahami pemakaian
sikat secara bersamaan |
2 |
1 |
2 |
1 |
6 |
7 |
|
8 |
Terdapat beberapa warga yang tidak terbiasa
menggosok gigi sedari kecil |
1 |
1 |
2 |
2 |
6 |
8 |
Keterangan:
C : Comunity Concern, yakni sejauh
mana masyarakat menganggap masalah kesehatan tersebut penting.
P : Prevalence, yakni berapa banyak
penduduk yang terkena masalah kesehatan tersebut.
S : Seriousness, yakni sejauh mana
dampak yang ditimbulkan dari masalah kesehatan tersebut atau tingginya angka
morbiditas atau mortalitas serta kecenderungannya.
M : Manageability, yakni sejauh mana kita memiliki
kemampuan untuk mengatasinya dengan ketersediaan sumber daya (tenaga, dana, dan
metode/cara
C.
TUJUAN
KEGIATAN
a. Tujuan Umum
Meningkatkan
partisipasi peserta dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan gigi yang
optimal
b. Tujuan Khusus
-
Meningkatkan pengetahuan
-
Meningkatkan kesadaran
-
Meningkatkan perilaku peserta dalam memelihara
kesehatan gigi dan mulut
-
D.
SASARAN
KEGIATAN
Kegiatan kesehatan gigi dan mulut yang akan kami selenggarakan, yaitu :
Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, Sasaran kegiatan adalah kelompok umur
17-25 tahun desa Wadaslintang berjumlah 10 orang
E.
WAKTU DAN
TEMPAT
Hari, tanggal : Minggu 11 Okteber-Senin 12 Oktober 2020
Pukul : 08.00 WIB s.d selesai
Tempat : Rumah Sasaran
F.
PENGORGANISASIAN
Panitia
penyelenggara dibentuk untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Penyegaran Materi
Kesehatan Gigi dan Mulut di Kecamatan Wadaslintang,Kabupaten Wonosobo Struktur
organisasi Panitia penyelenggara yaitu sebagai berikut :
Pelindung
:
1.
Kajur Jurusan Keperawatan Gigi : Tri Wiyatini, SKM, M.Kes(Epid
2.
Ketua Prodi D-IV Keperawatan Gigi : Salikun, S.Pd, M.Kes
3.
Ketua Rt :
Penanggung jawab
Dosen Pembimbing
PKL : Irmanita
Wiradona, S.SiT, M.Kes
Ketua
: Noventi Setyorini
Sekretaris :
Rizkika Ilmi G
Anggota :
Auliya Yasmin
Takhafatul Falasyifa
Nadya Hana
Indah Nuranik
Arina Faroh
BAB II
KEGIATAN
A. KEGIATAN
1.
Kegiatan yang akan dilakukan adalah melakukan
pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Wadaslintang,Kabupaten Wonosobo pada
tanggal 11-12 Oktober 2020
B. METODE KEGIATAN
Metode yang akan
kami gunakan dalam melaksanakan kegiatan UKBM ini adalah dengan ceramah umum
(public speaking), diskusi, dan simulasi
C. PROSEDUR KEGIATAN
1.
Cara Pendekatan
Melalui upaya
atau proses menumbuhkan kesadaran, kemauan, serta kemampuan siswa dalam rangka
mengenal, mengatasi, memelihara, melindungi, serta meningkatkan kesejahteraan
mereka sendiri.
2.
Bentuk Kegiatan Pendekatan
Pemberdayaan
masyarakat adalah meningkatkan kemandirian dimasyarakat dan peduli terhadap
masalah kesehatan yang muncul dimasyarakat. Sasarannya dapat berupa masyarakat
pada desa siaga aktif . Salah satu hasil dari upaya ini dapat berwujud upaya
kesehatan bersumber masyarakat (UKBM)
3.
Tindak lanjut yang Diharapkan Setelah Pendekatan
Melalui pemberdayaan masyarakat
di desa siaga aktif, diharapkan siswa mampu mengatasi sendiri masalah kesehatan
mereka secara mandiri. Juga mencakup kemampuan untuk memelihara dan melindungi
diri dari ancaman kesehatan.
D. ANGGARAN
1.
Rencana Anggaran Kegiatan
|
NO |
Nama Kegiatan |
Nama Barang |
Jumlah Barang |
Harga Pre Unit |
Jumlah Harga |
|
1 |
Perizinan dan laporan kegiatan |
Print Proposal |
2 Jilid |
Rp 5.000 |
Rp 10.000 |
|
2 |
Pengadaan materi |
Print materi Pelatihan |
5 lemar x 10 orang = 50 lembar |
Rp |
|
|
3 |
Pengadaan Media |
Leaflet |
12 Lembar |
Rp 1.500 |
Rp 18.000 |
|
4 |
Reward |
Produk kesehatan gigi ( sikat
gigi dll) |
10 buah |
Rp 10.000 |
Rp. 100.000 |
E.
MATRIK KEGIATAN
Hari,tanggal :
Minggu 11 Oktober
Tempat : Rumah Sasaran
|
No |
Waktu |
Kegiatan |
Tempat |
Penanggung Jawab |
|
1 |
13.00-13.05 |
Pembukaan |
Rumah Sasaran |
Noventi |
|
2 |
13.05-13.20 |
Sambutan-sambutan |
Rumah Sasaran |
Noventi |
|
3 |
13.20-14.00 |
Perkenalan Pre-test |
Rumah Sasaran |
Noventi |
|
4 |
14.00-14.10 |
Istirahat (snack) |
Rumah Sasaran |
Noventi |
|
5 |
14.10-15.15 |
Makan Siang |
Rumah Sasaran |
Noventi |
|
6 |
15.15-15.30 |
Sholat |
Rumah Sasaran |
Noventi |
|
7 |
15.30-16.45 |
Penyampaian ateri kesehatan
gigi dan mulut tentang UKGM dan kesehatan gigi secara umum |
Rumah Sasaran |
Noventi |
Hari,Tanggal : Senin 12 Oktober 2020
Tempat : Rumah Noventi
|
No |
Waktu |
Kegiatan |
Tempat |
Penanggung Jawab |
|
1 |
09.00-09.30 |
Penyampaian materi kesehatan
gigi dan mulut tentang jenis-jenis penyakit gigi dan mulut |
|
|
|
2 |
09.30-10.00 |
Penyampaian Materi kesehatan
gig dan mulut tentang cara pencegahan penyakit gigi dan mulut |
|
|
|
3 |
10.00-10.50 |
Penyampaian materi kesehatan
gigi dan mulut tentang cara pemeriksaan gigi dan mulut scara sederhana |
|
|
|
4 |
10.50-11.15 |
Penyampaian materi kesehatan
gigi dan mulut tentang cara memberikan pertolongan pertama pada sakit gigi
dan gusi |
|
|
|
5 |
11.15-11.30 |
Penyampaian materi kesehatan
gigi dan mulut pada kader tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar |
|
|
|
6 |
11.30-11.45 |
Penyampaian materi kesehatan
gigi dan mulut tentang teknik melakukan penyuluhan kesehatan gigi |
|
|
|
7 |
11.45-13.00 |
Makan siang dan sholat |
|
|
|
8 |
13.00-14.15 |
Penyuluhan oleh kader kepada
seluruh warga |
|
|
|
9 |
14.15-15.00 |
Evaluasi kegiatan dan post test |
|
|
F.
Evaluasi
I.
Evaluasi Jangka Pendek
1.
Penjajakan awal
Dengan pre test yang dilakukan sebelum pelaksanaan pelatihan dimulai.
2.
Evaluasi akhir pelatihan / evaluasi out put (Penilaian
terhadap materi)
Dengan post test dilakukan setelah pelaksanaan pelatihan selesai untuk
menguji sejauh mana kader dapat menyerap materi yang diberikan oleh nara sumber
/ penyaji.
Kedua hasil pre test dan post test dibandingkan untuk melihat apakah ada
peningkatan nilai sebelum dan sesudah diberikan materi pelatihan.
3.
Evaluasi akhir penyelenggaraan
Dilakukan setelah
akhir penyelenggaraan atau bersamaan dengan post test.
Tujuan untuk
mengetahui kekurangan fasilitas yang disediakan oleh panitia sebagai koreksi
untuk menyelenggarakan kegiatan berikutnya.
a. Evaluasi penyelenggara / Evaluasi Proses
(Organizing Comitee / OC) : evaluasi yang berhubungan dengan penyediaan
fasilitas penyelenggaraan.
Ø
Bagaimana
dengan sarana prasarana yang disediakan, nyaman atau
tidak. Jika ada kekurangan mohon ditulis.
Ø
Bagaimana
dengan konsumsi yang disajikan, enak atau tidak. Kekurangan sebutkan.
b.
Evaluasi tim Pelatih / Evaluasi Input (Steering Comitee
/ SC) : Evaluasi yang berhubungan dengan
v Apakah cara penyampaian materinya terlalu
cepat.
v Nara sumber menguasai materi yang
disampaikan atau tidak.
v Bagaimana dengan ringkasan materi yang
digandakan / dikopikan apakah kurang lengkap.
II. Evaluasi Jangka Panjang / Evaluasi Out
Come (kegiatan kader)
Untuk mengetahui kerja kader
setelah dilatih maka kader harus dimonitor kegiatannya agar berjalan sesuai
harapan. Sedangkan evaluasi jangka panjang dilakukan minimal 6 bulan setelah pelatihan.
BAB III
PENUTUP
Demikian
proposal ini disusun sebagai pedoman bagi pihak penyelenggara. Partisipasi dari
berbagai pihak yang dapat mendukung terselenggaranya kegiatan Penyegaran Materi
Kesehatan Gigi dan Mulut pada warga kecamatan Wadaslintang akan bermanfaat. Kita
semua menginginkan dengan sungguh-sungguh agar penyelenggaraan kegiatan
Penyegaran Matari Kesehatan Gigi dan Mulut dapat berjalan dengan lancar dan
aman sesuai rencana. SemogaTuhan Yang Maha Esa memberkati langkah-langkah kita.
Amin
Lampiran I
I.
Soal-
soal pretes dan postest
SOAL PELATIHAN KADER KESEHATAN GIGI
a. Jawablah
soal-soal dibawah ini dengan memberi tanda V,pada B jika jawaban dianggap benar atau S jika jawaban dianggap salah!
|
No |
Soal |
B |
S |
|
1. |
Menggosok gigi 2 kali
sehari, pagi setelah mandi dan malam sebelum tidur |
|
|
|
2. |
Periksa gigi ke klinik
gigi minimal 6 bulan sekali |
|
|
|
3. |
Makanan manis melekat
tidak baik untuk kesehatan gigi dan |
|
|
|
4. |
Menyikat gigi dengan
cara ditekan yang keras |
|
|
|
5. |
Menunda ke dokter gigi
ketika gigi ada yang berlubang |
|
|
b. Berilah tanda silang pada huruf a, b, atau
c untuk jawaban yang dianggap paling benar !
1. Umur berapa
anak-anak mengalami pergantian gigi dewasa?
a. 5-5,5 tahun
b. 6-7 tahun
c. 8-12 tahun
2. Umur berapa anak-anak pertama kali tumbuh gigi?
a. 6-10 bulan
b. 8-12 bulan
c. 4 bulan
3. Fungsi gigi
geraham untuk..........
a.
menggigit
b.
memotong
c.
mengunyah atau menghaluskan
4. Dibawah ini
macam-macam bentuk gigi kecuali.......
a.
gigi seri
b.
gigi taring
c.
gigi tetap
5. Gigi apakah yang
berfungsi untuk mengoyak dan merobek makanan?
a. Gigi Seri
b. Gigi Taring
c. Gigi Geraham
6. Apa yang anda
harus lakukan apabila ada karies gigi?
a. Dibiarkan saja
b. Ditambal
c. Dicabut
7. Makanan yang
baik untuk kesehatan gigi adalah......
a.
Makanan yang enak-enak dan manis melekat
b.
Makanan yang mahal dan enak
c.
Makanan yang yang berserat dan berair
8. Cara
membersihkan gigi bayi adalah
a.
Dengan menggunakan kain bersih
b.
Di sikat dengan sikat gigi
c.
Pakai jari tanpa kain
9. Gigi di sikat
berapa kali dalam sehari
a.
1 kali sehari
b.
2 kali sehari
c.
5 kali sehari
10. Bagian terluar
dari permukaan gigi?
a. Pulpa
b. Dentin
c. Email
Lampiran
II
MODUL
MATERI INTI 1
UPAYA
KESEHATAN GIGI MASYARAKAT (UKGM)
PELATIHAN
KADER KESGILUT
MODUL MATERI INTI 1
Upaya
Kesehatan Gigi Masyarakat ( UKGM )
I.
DESKRIPSI SINGKAT
II.
TUJUAN PEMBELAJARAN
●
Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )
●
Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )
III.
POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN
IV.
METODE
V.
MEDIA
VI.
LANGKAH - LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
VII.
URAIAN MATERI
●
Pokok Bahasan : Pengertian dan Konsep Upaya
Kesehatan Gigi Masyarakat Mandiri
●
Pokok Bahasan : Manfaat dan Indikator
keberhasilan UKGM
REFERENSI
I. DESKRIPSI SINGKAT
Modul
UKGM ini disusun untuk membekali para kader UKGM tentang konsep dasar
pengelolaan UKGM dalam kaitannya untuk meningkatkan peran serta masyarakat
dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan
penurunan angka karies gigi. UKGM merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan
Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh,
untuk, dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna
memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam
memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka karies
gigi. Dalam pelaksanaannya, dilakukan secara koordinatif dan integratif serta
saling memperkuat antar kegiatan dan program untuk kelangsungan pelayanan di
UKGM sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap
memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat.
II. TUJUAN PEMBELAJARAN
A. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Setelah pembelajaran ini selesai, peserta mampu memahami tentang UKGM.
B. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah pembelajaran ini selesai, peserta:
- Menjelaskan pengertian Pengertian
dan Konsep Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat Mandiri
- Menjelaskan manfaat dan Indikator
keberhasilan UKGM
III. POKOK BAHASAN DAN
SUB-POKOK BAHASAN
Pokok bahasan dan sub-pokok bahasan yang dibahas dalam modul ini
adalah:
Pokok Bahasan A: Pengertian dan Konsep Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat
Mandiri
1.
Pengertian UKGM
2.
Konsep UKGM
Pokok Bahasan B: Manfaat dan Indikator keberhasilan UKGM
1.
Manfaat UKGM
2.
Indikator UKGM
IV.METODE
A. Curah Pendapat
B.
Ceramah
C.
Tanya Jawab
D.
Diskus
V.MEDIA
A. Modul
B. Laptop
C. Poster
VI. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN
PEMBELAJARAN
Jumlah
jam yang digunakan dalam modul ini sebanyak 1 JPL Yaitu 45 menit untuk
memudahkan proses pembelajaran, dilakukan langkah-langkah kegiatan pembelajaran
sebagai berikut :
A. Langkah 1 ( 15 menit )
- Fasilitator memperkenalkan diri.
- Fasilitator menyampaikan tujuan umum
dan tujuan khusus.
- Menggali pendapat peserta tentang
UKGM.
- Berdasarkan pendapat peserta,
fasilitator menjelaskan pengertian UKGM.
B. Langkah 2 ( 20 menit )
1. Fasilitator menyampaikan pokok bahasan:
a. Pengertian UKGM
b. Konsep UKGM
c. Manfaat UKGM
d. Indikator UKGM
2. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan
hal-hal yang kurang jelas dan fasilitator menjawab pertanyaan peserta tersebut.
C. Langkah 3 ( 10 menit )
- Fasilitator meminta peserta untuk
menanyakan hal-hal yang kurang jelas, memberikan jawaban atas pertanyaan
peserta.
- Meminta komentar, penilaian, saran,
bahkan kritik dari peserta pada kertas yang telah disediakan.
- Fasilitator menutup sesi
pembelajaran dengan menegaskan peran penting UKGM dalam pembangunan
kesehatan.
VII. URAIAN MATERI
A. Pokok Bahasan: Pengertian dan Konsep Usaha Kesehatan Gigi
Masyarakat Mandiri
- Pengertian Usaha Kesehatan Gigi
Masyarakat Mandiri
Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM)
adalah kegiatan pelayanan kesehatan gigi yang diselenggarakan oleh masyarakat
dengan bimbingan Puskesmas sehingga masyarakat mau dan mampu melakukan tindakan
yang tepat dalam masalah kesehatn gigi dan mulut.
- Konsep Usaha Kesehatan Gigi
Maysarakat Mandiri
Wujud
upaya kesehatan bersama masyarakat (UKBM) didalamnya termasuk kesehatan gigi dan mulut yang
dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat
atas dasar musyawarah dalam rangka :
a.
Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS) masyarakat
b.
Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan
masyarakat terhadap penyakit dan
masalah-masalah kesehatan gigi dan
mulut.
c.
Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk
menolong diri sendiri dalam bidang
kesehatan gigi dan mulut.
d.
Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar kepada
masyarakat yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan.
e.
Meningkatkan dukungan dan peran akÆŸ f berbagai
pihak yang bertanggungjawab terhadap
kesehatan masyarakat.
B. Pokok Bahasan : Manfaat dan Indikator Keberhasilan UKGM
- Manfaat Usaha Kesehatan Gigi
Berbasis Masyarakat
a.
Masyarakat mengetahui tentang pentingnya
kesehatan gigi dan mulut
b.
Masyarakat mendapatkan mutu pelayanan yang
lebih baik dan familiar
c.
Masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan
gigi yang paripurna dan berkesinambungan
- Indikator Keberhasilan Usaha
Kesehatan Gigi Berbasis Masyarakat
Indikator Masukan (input) :
a.
Ada/ tidak ada forum kesehatan gigi
masyarakat
b.
Ada/ tidak ada pengobatan gigi yang
terintegrasi dalam polindes/poskesdes.
c.
Rasio kader kesehatan dibandingkan jumlah
penduduk.
d.
Rasio tenaga kesehatan dibandingkan jumlah
penduduk.
e.
Besaran dana kesehatan per kapita penduduk.
Indikator Proses (procces) :
a.
Frekuensi pertemuan forum kesehatan gigi
masyarakat.
b.
Frekwensi pelayanan kesehatan gigi dan mulut
yang terintegrasi di polindes/poskesdes.
c.
Frekwensi kegiatan penyuluhan/promosi
kesehatan gigi dan mulut (PHBS gigi dan
mulut).
d.
Prosentase kader kesehatan gigi dan mulut dan
tenaga sukarela yang akÆŸ f dan berperan
serta.
Indikator
Keluaran (output) :
a. Ada/
tidak ada dana sehat yang berkelanjutan
b.
Prosentase pelayanan terintegrasi
c.
Frekuensi kunjungan tenaga kesehatan ke
posyandu
d.
Jumlah masyarakat wilayah posyandu berkunjung
ke puskesmas
e.
Jumlah masyarakat mengikuti penyuluhan
REFERENSI
BUKU PANDUAN PELATIHAN KADER KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI MASYARAKAT, KEMENTERIAN
KESEHATAN RI TAHUN 2012.
https://docs.google.com/document/d/18HEAhw4klDoFWvDch-h1p770SFd1Qy7jikPbjOxCOjM/edit
MODUL
MATERI INTI 2
PENGETAHUAN
RONGGA MULUT DAN GIGI
PELATIHAN
KADER KESGILUT
MODUL MATERI INTI 2
PENGETAHUAN RONGGA MULUT DAN GIGI
- DESKRIPSI
SINGKAT
- TUJUAN
PEMBELAJARAN
●
Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )
●
Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )
- POKOK
BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN
- LANGKAH
- LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
- METODE
- MEDIA
- URAIAN
MATERI
- REFERENSI
I.
DISKRIPSI SINGKAT
Modul
pengetahuan rongga mulut dan gigi ini disusun untuk memberika pengetahuan dan
gambaran umum mengenai rongga gigi dan mulut. Dengan bertambahnya pengetahuan
kader maka kader dapat memahami dan menjelaskan mengenai bentuk gigi, fungsi
gigi, bagian-bagian rongga mulut, dan masa pertumbuhan gigi.
Pengetahuan mengenai bentuk, fungsi, dan
bagian-bagian rongga mulut merupakan pengetahuan dasar seorang kader kesehatan
gigi, sehingga kader mempelajari mengenai kesehatan gigi lebih mudah dan paham.
II.
TUJUAN PEMBELAJARAN
A.Tujuan Pembelajaran Umum
Meningkatkan
pengetahuan peserta latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan gigi dan
mulut serta dapat menyampaikan kepada masyarakat Kelurahan Jabungan.
B.Tujuan Pembelajaran Khusus
1.Peserta
latihan memahami bagian rongga mulut
2.Peserta
latihan memahami macam bentuk dan fungsi gigi
3.Peserta
latihan memahami tentang masa pertumbuhan gigi
4.
Peserta latihan memahami materi yang diberikan
III.
POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK PEMBAHASAN
A.
Pokok Bahasan
Pengetahuan Rongga Mulut Dan Gigi
B.
Sub Pokok Bahasan
1. Bagian rongga mulut
2. Bagian, macam, bentuk, dan
fungsi gigi
3. Masa pertumbuhan gigi
IV.
METODE
A. Curah Pendapat
B.
Ceramah
C.
Tanya Jawab
D.
Diskus
V.
MEDIA
A. Modul
B. Laptop
C. Poster
VI.
LANGKAH KEGIATAN
A.
Bagian Rongga Mulut (1 JPL = 45 Menit)
1. Pelatih
menjelaskan tujuan modul sesuai pokok dan sub pokok bahasan yang akan disajikan
2. Pelatih
dengan curah pendapat, pelatih meminta peserta mengemukakan bagian rongga mulut
dan gigi.
3. Pelatih
menyajikan dan menjelaskan materi secara singkat tentang bagain rongga mulut
dan gigi
4. Pelatih
menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan
5. Pelatih
menjelaskan kembali hal-hal yang masih belum dimengerti peserta
B.
Bagian, Macam, Bentuk, Dan Fungsi Gigi (1 JPL = 45 Menit)
1. Pelatih
dengan metode diskusi, pelatih meminta peserta menunjukan bagian, macam,
bentuk, dan fungsi gigi.
2. Pelatih
menyajikan dan menjelaskan materi secara singkat tentang bagian, macam, bentuk,
dan fungsi gigi.
3. Pelatih
menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan
4. Pelatih
menjelaskan kembali hal-hal yang masih belum dimengerti peserta
C. Masa
Pertumbuhan Gigi (1 JPL = 45 Menit)
1. Pelatih
menyajikan dan menjelaskan materi secara singkat tentang masa pertumbuhan gigi
2. Pelatih
mempersilahkan peserta untuk melakukan tanya jawab terkait materi.
3. Pelatih
menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan
4. Pelatih
menjelaskan kembali hal-hal yang masih belum dimengerti peserta
VII. URAIAN MATERI
Pengetahuan
Tentang Gigi
Gigi merupakan bagian tubuh yang berfungsi untuk mengunyah, berbicara,
mempertahankan bentuk muka, dan estetika. Gigi sehat adalah keadaan gigi yang
bersih tanpa adanya plak, karies, nyeri, dan penyakit lainya. Gigi dapat
berfungsi dengan baik apabila gigi tersebut dalam keadaan sehat, sebaliknya
gigi yang tidak sehat akan menimbulkan masalah (Hamada, 2008).
Gigi
berfungsi untuk :
- Mengunyah Makanan.
- Makanan sebelum ditelan harus dikunyah
dahulu hal ini berguna untuk menghancurkan hingga lembut sehingga mudah
ditelan.
- Membantu proses pencernaan dilambung dan
usus, sehingga beban lambung dan usus dalam mencerna makanan menjadi
ringan.
- Mencegah timbulnya makanan yang tersedak.
- Mengucapkan kata-kata dengan jelas.
- Membentuk wajah menjadi harmonis.
- Untuk kecantikan dan penampilan yang
lebih baik.
A.
Bagian-Bagian Rongga Mulut

Rongga
mulut dibentuk oleh 2 rahang, yaitu rahang atas dan rahang bawah. Bila
seseorang membuka mulut maka akan terlihat bagian-bagian rongga mulut, yaitu :
1. Bibir
Bibir
ialah bagian dari rongga mulut yang tampak dari luar, terdiri dari bibir atas
dan bibir bawah. Fungsi dari bibir antara lain:
a. Menjaga
makanan dan minuman agar tidak sampai tercecer keluar mulut.
b. Merasakan
panas dan dinginnya makanan/minuman.
c. Membantu
kita dalam berbicara.
d. Membentuk
mimik dan kecantikan wajah.
2. Gusi
Jaringan lunak disekitar mahkota gigi disebut gusi, gusi termasuk alat
penyangga gigi. Pada umumnya gusi berwarna merah muda, akan tetapi ada pula
gusi yang berwarna kehitam-hitaman atau kecoklatcoklatan, ini disebabkan karena
adanya zat pigmen didalam gusi itu. Fungsi gusi adalah untuk melindungi serat-serat
halus yang mengikat akar gigi kepada tulang rahang.
3. Lidah
Lidah terdiri dari otot-otot yang dilapisi oleh selaput lendir.
Otot-otot tersebut dapat digerak-gerakkan. Fungsi utama lidah adalah sebagai
alat perasa serta pengecap makanan, untuk menjilat, berbicara, pengecap
makanan, selain itu juga dapat membantu menelan.
4. Gigi geligi
Gigi geligi terdapat pada rahang atas dan rahang bawah, Gigi terbagi
menjadi dua bagian, yaitu :
a. Mahkota
gigi yaitu bagian gigi yang tampak dalam rongga mulut
b. Akar
gigi yaitu bagian gigi yang tertanam di tulang rahang, bagian ini tertutup oleh
gusi.
5. Jaringan lunak lainnya.
Yang dimaksud dengan jaringan ini adalah seluruh jaringan lunak
meliputi bagian pipi, bibir, langit-langit dan jaringan lunak dibawah lidah.
Pada jaringan lunak ini banyak kelenjar yang menghasilkan air liur/
ludah. Kelenjar ludah yang utama terdapat di jaringan lunak bagian pipi pada
rahang atas kiri dan kanan masing -masing satu buah dan dibawah lidah. 10
Fungsi ludah/saliva adalah untuk :
a. Melindungi
semua jaringan mulut, karena mengandung zat yang dapat mencegah terjadinya
infeksi.
b. Bahan
pelicin sehingga makanan mudah- ditelan dan melancarkan pergeseran antara
bibir, pipi dan lidah.
c. Mengandung
bahan untuk mencerna makanan.
B.Bagian,
macam, bentuk, dan fungsi gigi
Gigi terdiri dari macam-macam
bentuk :
1. Gigi Seri (Incisivus)
Makanan yang besar tidak langsung dikunyah tetapi dipotong dulu hingga
dapat masuk ke rongga mulut. Makanan ini dipotong oleh gigi seri. Gigi seri
bentuknya seperti pahat.
2. Gigi Taring (Caninus)
Beberapa makanan harus dicabik-cabik dulu sesudah dipotong, baru
setelah itu dikunyah. Fungsi dari gigi taring untuk mencabik/merobek makanan.
Gigi Taring bentuknya lancip seperti paku.
3. Gigi geraham depan (premolar)
Gigi yang terdiri dari dua akar yang berfungsi untuk menggilas dan
mengunyah makanan atau benda lainnya. Bentuk gigi gerahan depan adalah lebih
rendah dan lebih rata dengan benjolan-benjolan kecil.
4. Gigi gerahan belakang
(molar)
Gigi yang terdiri dari tiga akar yang berfungsi untuk melumat,
menghancurkan, menghaluskan dan mengunyah makanan atau benda-benda lainnya.

Secara
struktural, Anatomi gigi tersusun dari atas bagian-bagian antara lain sebagai
berikut:Mahkota Gigi (Korona) :
- Makhkota
gigi (korona atau biasa disebut puncak gigi yaitu bagian yang tampak dari
luar. Setiap jenis memiliki bentuk mahkota gigi yang berbeda-beda.
- Leher
gigi (Kolum) : Leher gigi (kolum) adalah bagian gigi yang berada di dalam
gusi yang terlindung dan merupakan batas antara mahkota dan akar gigi.
- Akar
gigi (Radiks) : Akar gigi adalah bagain gigi yang ada didalam rahang dan
tertanam. Akar gigi menancap di tulang rahang dengan jumlah satu atau dua

Pada bagian gigi manusia yang terstruktur/tersusun atas 4 (empat)
lapisan/ jaringan antara lain sebagai berikut :
- Email
: Email adalah lapisan / jaringan keras yang melapisi bagian mahkota gigi
yang mengandung kalsium. Fungsi Email gigi adalah untuk melindungi tulang
gigi di bagian luar gigi manusia.
- Tulang
Dentin : Tulang dentin adalah lapisan / jaringan yang dibentuk oleh zat
kapur berwarna kekuningan yang terdapat setelah lapisan Email.
- Pulpa
(Rongga gigi) : Pulpa adalah lapisan yang terdapat pembuluh darah untuk
memelihara seluruh gigi, dan serabut-serabut saraf yang mendeteksi,
tekanan, panas, dingin, dan sakit. Pembuluh darah dan saraf menjulur ke
akar gigi.
- Semen
: Semen adalah lapisan keras yang memiliki konstruksi yang kuat melapisi
akar gigi. Semen / sementrum merupakan lapisan pada akar gigi yang
berdamping / bertasan langsung denan tulang rahang dimana daerah tersebut
tempat tumbuhnya gigi manusia.
C.
Masa pertumbuhan gigi
Pertumbuhan gigi yang paling awal dimulai dengan terbentuknya benih
gigi pada masa kehamilan minggu ke 6. Benih ini tumbuh terus dan akan muncul
secara berangsur-angsur beberapa bulan setelah bayi lahir. Secara berurutan
pertumbuhan gigi terdiri dari 3 periode :
a. Periode
gigi sulung
Gigi biasanya mulai tumbuh pada bayi usia 7
bulan, dimulai dengan gigi seri pertama. Pada usia ini biasanya anak sering 13
menggigit-gigit. Hal ini disebabkan ada rasa gatal pada gusi yang mau tumbuh
gigi, oleh karena itu berilah anak gigitan dari karet atau dapat pula dari
wortel yang dikupas kulitnya dan dicuci bersih. Makin bertambah umur bayi,
makin banyak gigi dan akan lengkap pada anak usia 29 bulan ( 2 thn ). Urutan
pertumbuhan dari gigi sulung sesuai umur anak adalah sebagai berikut : 
b. Periode
gigi campuran
Gigi
tetap pertama yang tumbuh adalah gigi Geraham besar pertama, dan gigi Seri
pertama di rahang bawah dimulai pada usia 6 tahun. Gigi sulung ini akan goyang
karena terdorong oleh Gigi Atas : Waktu tumbuh Seri Pertama 8 - 12 bulan Seri
Kedua 9 – 13 bulan Taring 16 – 22 bulan Geraham Pertama 13 – 19 bulan Geraham
ke dua 25 – 33 bulan Gigi Bawah : Waktu tumbuh Geraham ke dua 23 – 31 bulan
Geraham Pertama 14 – 18 bulan Taring 17 – 23 bulan Seri Kedua 10 - 16 bulan
Seri Pertama 6 - 10 bulan 14 gigi tetap yang akan tumbuh, untuk selanjutnya
gigi sulung akan terlepas dan diganti oleh gigi tetap.
Pergantian
gigi ini terjadi antara usia 6-14 tahun. Pada periode gigi campuran ini kita
harus berhati - hati karena kebanyakan orang tua tidak mengetahui gigi-gigi
tersebut keropos padahal gigi tersebut gigi tetap dan tidak akan diganti lagi.
Pada periode ini juga terlihat gigi anak tidak beraturan, kadang-kadang gigi
tetapnya sudah tumbuh tetapi gigi sulungnya belum lepas. Apabila gigi sulung
yang goyang itu tidak dapat lepas sebaiknya dibiarkan saja, karena dalam waktu
beberapa hari gigi tersebut akan lepas sendiri, kecuali bila gigi pengganti
sudah tampak mau tumbuh. Bila terlihat keadaan seperti ini segeralah dibawa ke
balai pengobatan gigi atau dokter gigi.

c. Periode
gigi tetap.
Gigi
tetap sudah lengkap semua kira-kira usia 14 tahun, kecuali geraham bungsu yaitu
geraham ke 3 (yang paling akhir). Bila ada tempat yang cukup untuk tumbuh, maka
geraham ini akan Gigi tetap geraham pertama Gigi seri pertama Gigi seri kedua
Gigi taring Gigi geraham pertama Gigi geraham kedua 15 tumbuh normal. Bila
tidak ada tempat ia akan tumbuh miring; atau bahkan ada yang tidak tumbuh. Bila
gigi tetap ini rusak tidak akan ada lagi yang mengganti nya. Gigi tetap harus
dirawat dengan baik karena akan dipakai seumur hidup.

|
Jumlah
Gigi Susu anak adalah 20 buah : |
Jumlah
Gigi Dewasa atau gigi tetap (identis permanen) adalah 32 buah : |
|
Gigi
seri : 8 buah |
Gigi
seri : 8 buah |
|
Gigi
taring : 4 buah |
Gigi
taring : 4 buah |
|
Gigi
geraham : 8 buah |
Gigi
geraham depan : 8 buah |
|
|
Gigi
geraham belakang : 12 buah |
REFERENSI
Buku Pedoman Pelatihan Kader
Kesehatan Gigi dan Mulut di Masyarakat Kemenkes RI Tahun 2012
MODUL
MATERI INTI 3
PEMELIHARAAN
KESEHATAN GIGI DAN MULUT
PELATIHAN
KADER KESGILUT
MODUL MATERI INTI 3
PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT
I.
DESKRIPSI SINGKAT
II.
TUJUAN PEMBELAJARAN
●
Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )
●
Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )
III.
POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN
IV.
LANGKAH - LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
V.
LEMBAR PENUGASAN / BERGAMBAR
VI.
URAIAN MATERI
●
Pokok Bahasan : Pengertian dan Konsep Upaya
Kesehatan Gigi Masyarakat Mandiri
●
Pokok Bahasan : Manfaat dan Indikator
keberhasilan UKGM
REFERENSI
I. DESKRIPSI SINGKAT
Kesehatan
gigi dan mulut merupakan hal yang penting. Menjaga kesehatan dan kebersihan
gigi dan mulut dapat dilakukan sejak dini. Setelah mengetahui tentang
dasar-dasar kesehatan gigi dan mulut, mengetahui pemeliharaan kesehatan gigi
dan mulut penting untuk diketahui. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
meliputi kebiasaan yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan dan
kebersihan gigi dan mulut. Modul ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan
dan keterampilan tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut agar
sasaran dapat mempraktekkan untuk diri sendiri dan keluarga.
II. TUJUAN PEMBELAJARAN
A. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) :
Meningkatkan
pengetahuan peserta latihan dalam bidang kesehatan khususnya pemeliharaan
kesehatan gigi dan mulut kepada 10 KK
B. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) :
1.
Peserta latihan memahami tentang pengertian
menyikat gigi
2.
Peserta latihan memahami tentang manfaat
menyikat gigi
3.
Peserta latihan memahami tentang waktu yang
tepat menyikat gigi
4.
Peserta latihan memahami tentang memilih sikat
gigi dan pasta gigi yang dianjurkan
5.
Peserta latihan memahami tentang cara menyikat
gigi yang baik dan benar
6.
Peserta latihan memahami tentang makanan yang
menyehatkan dan makanan yang dapat merusak gigi
I. POKOK
BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN
A. Pokok Bahasan :
Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan
Mulut
B. Sub Pokok Bahasan :
a. Cara menyikat gigi
b. Pemilihan sikat gigi
yang benar
c.
Makanan yang baik dan buruk bagi gigi
II. METODE
A.
Curah pendapat
B.
Ceramah
C.
Tanya jawab
D.
Diskusi
E.
Simulasi
III. MEDIA
A.
Modul
B.
Laptop
C.
Poster
IV.
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Jumlah
yang digunakan dalam modul sebanyak 2 jam 15 menit pelajaran (T= 3 Jpl) @45
menit untuk memudahkan proses pembelajaran, dilakukan langkah-langkah kegiatan
sebagai berikut:
A.
Cara Menyikat Gigi (45 menit)
1.
Perkenalan
2.
Pelatih menjelaskan tujuan modul sesuai pokok
dan sub pokok bahasan yang akan disajikan
3.
Pelatih dengan curah pendapat, pelatih meminta
peserta mengemukakan: tentang
pengertian dan manfaat menyikat gigi, waktu yang tepat menyikat gigi, dan cara
menyikat gigi yang benar.
4.
Pelatih menyajikan dan menjelaskan materi
dengan media poster: tentang
pengertian dan manfaat menyikat gigi, waktu yang tepat menyikat gigi, dan cara
menyikat gigi yang benar.
5.
Pelatih melakukan simulasi cara menyikat gigi
yang baik dan benar
B.
Pemilihan Sikat Gigi yang benar (45 menit)
1. Pelatih
menjelaskan cara memilih sikat gigi dan pasta gigi yang benar dengan poster
2. Pelatih
menjelaskan penggunaan pasta gigi yang benar
A.
Makan-makanan
yang baik dan buruk (45 menit)
1. Pelatih
menjelaskan makanan baik dan buruk bagi gigi dengan poster
2. Pelatih
menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan
3. Pelatih
menanyakan hal-hal yang belum dimengerti peserta latihan
4. Pelatih
menjelaskan hal-hal yang masih belum dimengerti peserta latihan
VII. URAIAN MATERI
A. Sub
Pokok Bahasan : Cara Menyikat Gigi
1. Pengertian dan manfaat Menyikat Gigi
Menyikat
gigi adalah tindakan membersihkan gigi dan mulut dari sisa makanan dan debris
yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit pada jaringan keras maupun
jaringan lunak (Putri, Herijulianti, dan Nurjanah ,2010).
2. Waktu yang tepat
Menurut
Manson (dalam Putri, Herijulianti, dan Nurjanah, 2010), menyikat gigi sebaiknya
dua kali sehari yaitu pagi setelah makan pagi dan malam sebelum tidur.
3. Cara Menyikat gigi yang benar
a.
Menyiapkan sikat gigi dan pasta yang
mengandung Fluor ( salah satu zat yang
dapat menambah kekuatan pada gigi ). Banyaknya
pasta kurang lebih sebesar sebutir kacang tanah (1/2 cm ) .
b.
Berkumur-kumur dengan air bersih sebelum
menyikat gigi.
c.
Seluruh permukaan gigi disikat dengan gerakan
maju mundur pendek-pendek atau memutar
selama ± 2 menit ( sedikitnya 8 kali
gerakan setiap 3 permukaan gigi)
d.
Berikan perhatian khusus pada daerah pertemuan
antara gigi dan gusi.
e.
Lakukan hal yang sama pada semua gigi atas
bagian dalam.Ulangi gerakan yang sama untuk permukaan bagian luar dan dalam semua gigi atas dan bawah.
f.
Untuk permukaan bagian dalam gigi rahang bawah
depan, miringkan sikat gigi seperti
dalam gambar no.1. Kemudian bersihkan
gigi dengan gerakan sikat yang benar.
g.
Bersihkan permukaan kunyah dari gigi atas dan
bawah dengan gerakan-gerakan pendek dan lembut maju mundur berulang ulang.
h.
Sikatlah lidah dan langit-langit dengan
gerakan maju mundur dan
berulang-ulang. Janganlah menyikat
terlalu keras terutama pada pertemuan gigi
dengan gusi, karena akan menyebabkan email gigi rusak dan gigi terasa ngilu.
i.
Setelah menyikat gigi, berkumurlah 1 kali saja
agar sisa fluor masih ada di gigi.
j.
Sikat gigi dibersihkan dengan air dan disimpan
tegak dengan kepala sikat di atas.
k.
Waktu menyikat gigi sebaiknya setiap habis
makan kita menyikat gigi, tapi hal ini
tentu saja agak merepotkan. Hal yang terpenting
dalam memilih waktu menyikat gigi adalah pagi hari sesudah makan dan malam hari sebelum tidur.
1. Bagian luar gigi depan
atas
2. Bagian dalam gigi depan
atas
3. Bagian luar gigi belakang
4. Bagian dalam gigi
belakang
5. Permukaan kunyah gigi
Gambar 1. Tehnik
Menyikat Gigi
B. Sub Pokok Bahasan : Pemilihan sikat gigi yang
benar
1. Pemilihan
sikat gigi dan pasta gigi
Sikat
gigi dapat diganti maksimal 3 bulan sekali. Pasta gigi harus mengandung
fluoride.

Gambar 2. Sikat Gigi yang benar
Menurut
(Putri, Herijulianti, dan Nurjanah, 2010) Syarat sikat gigi yang ideal :
a.
Tangkai sikat gigi enak di pegang dan stabil,
pegangan sikat gigi harus cukup lebar dan cukup tebal.
b.
Kepala sikat jangan terlalu besar, untuk orang
dewasa maksimal 25-29 x 10 mm, untuk anak-anak 15-24 x 7 mm, untuk anak balita
18 mm x 7 mm. (menyesuaikan rongga mulut)
c.
Tekstur tidak merusak jaringan lunak maupun
keras.
d.
Kekerasan bulu sikat sedang
2. Takaran anjuran penggunaan pasta gigi

Gambar
3. Pasta gigi sebiji jagung untuk anak-anak
Gambar 4. Pasta gigi untuk dewasa

Gambar 5. Pasta gigi untuk 3 tahun ke atas sebiji jagung
Gambar 6. Pasta gigi untuk 0-3 tahun sebiji beras
C. Sub Pokok Bahasan : Makanan yang baik dan buruk
bagi gigi
Makanan
yang baik bagi gigi yang mengandung vitamin dan mineral ( kalsium dan fosfor),
untuk memperkuat strktur gigi dan membantu proses cleansing dalam rongga mulut,
contoh:
a.
Sayur (brokoli, pokcoy, sayuran hijau,
seledri, wortel, dan sayuran renyah)
b.
Buah yang mengandung serat dan vitamin (pir,
jambu air, dll)
c.
Susu dan telur (vitamin D menyerap kalsium)
d.
Keju dan yoghurt (fosfor dan mineral)
e.
Daging, ikan, dan tahu (fosfor dan mineral)
Makanan
yang buruk atau kariogenik dapat ditemukan di:
a. The
b. Kopi
c. Soda
d. Minuman
dan makanan yang manis
e. Minuman
dan makanan yang mengandung asam
REFERENSI
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia ,
Buku Pelatihan Kader Gigi Masyarakat, Jakarta, 2012.
http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/661/3/3.%20BAB%20II.pdf.
Diakses pada 23 September 2020.15:50
MODUL
MATERI INTI 4
PEMERIKSAAN
DAN PENCATATAN KESEHATAN GIGI
PELATIHAN
KADER KESGILUT
MODUL
MATERI 4
PEMERIKSAAN
DAN PENCATATAN KESEHATAN GIGI
I.
DESKRIPSI SINGKAT
II.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
- Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
III.
POKOK BAHASAN DAN SUB-POKOK BAHASA
IV.
LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
V.
METODE
VI.
MEDIA
VII.
URAIAN MATERI
I.
DESKRIPSI SINGKAT
Modul pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan
keterampilan para petugas/kader dalam melakukan pemeriksaan gigi sederhana,
pencatatan dan pelaporan kesehatan gigi di Posyandu. Untuk itu dalam modul ini
akan dibelajarkan materi tentang cara melakukan pemeriksaan
gigi sederhana, pencatatan hasil pemeriksaan dan pelaporan dari kesehatan
gigi di Posyandu. Serta diberikan pembelajaran mengenai kartu KMGS dan KASIH,
dan cara melakukan pengisian kartu KMGS dan KASIH.
II.
TUJUAN PEMBELAJARAN
A. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Meningkatkan pengetahuan peserta
latihan dalam pemeriksaan dan sistem pencatatan, serta pelaporan kesehatan
gigi.
B. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
1.
Peserta latihan memahami cara
pemeriksaan gigi sederhana.
2.
Peserta latihan memahami tentang
pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan kesehatan gigi.
3.
Peserta latihan memahami tentang
pembuatan rujukan dan laporan kasus kesehatan gigi.
4.
Peserta latihan memahami cara
mengisi kartu KMGS dan KASIH.
- POKOK
BAHASAN DAN SUB-POKOK BAHASAN
- Pokok Bahasan
Pemeriksaan dan Pencatatan Kesehatan Gigi
- Sub Pokok Bahasan
1.
Pemeriksaan Gigi Sederhana i
2.
Pembuatan Rujukan dan Laporan
Kasus Kesehatan Gigi
3.
Cara Pengisian Kartu KMGS dan
KASIH
- LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Jumlah yang digunakan dalam modul sebanyak 2
jam 15 menit pelajaran (T= 3 Jpl) @45 menit untuk memudahkan proses
pembelajaran, dilakukan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut:
- Pemeriksaan Gigi (1 JPL = 45 menit)
1.
Pelatih menjelaskan tujuan modul
sesuai pokok dan sub pokok bahasan yang akan disajikan
2.
Pelatih dengan curah pendapat,
pelatih meminta peserta mengemukakan tujuan dilakukannya pemeriksaan kesehatan
gigi.
3.
Pelatih menyajikan dan menjelaskan
cara pemeriksaan kesehatan gigi secara sederhana
4.
Pelatih menyampaikan rangkuman
dari materi yang disajikan
5.
Pelatih menjelaskan kembali
hal-hal yang masih belum dimengerti peserta
B.
Pembuatan Rujukan dan Laporan
Kasus Kesehatan Gigi (1 JPL = 45 menit)
1.
Pelatih menyajikan surat rujukan
dan sistem pelaporan kasus kesehatan gigi.
2.
Pelatih menjelaskan sistem
perujukan dan pelaporan kasus kesehatan gigi mulut sesuai bahan yang telah
disajikan.
3.
Pelatih menyampaikan rangkuman
dari materi yang disajikan
4.
Pelatih menjelaskan kembali
hal-hal yang masih belum dimengerti peserta
C.
Cara Pengisian Kartu KMGS dan
KASIH (1 JPL = 45 menit)
1.
Pelatih menggunakan metode diskusi
dengan membentuk beberapa kelompok kecil.
2.
Pelatih peserta untuk dapat
mengisi sebisanya dan dapat saling berdiskusi antar teman satu kelompok.
3.
Pelatih menyajikan dan menjelaskan
materi secara singkat mengenai kartu KMGS dan KASIH.
4.
Pelatih menyampaikan rangkuman
dari materi yang disajikan
5.
Pelatih menjelaskan kembali
hal-hal yang masih belum dimengerti peserta
- METODE
A. Curah Pendapat
B. Ceramah
C. Tanya
Jawab
D. Diskusi
- MEDIA
A. Modul
B. Laptop
C. Poster
- URAIAN MATERI
Pemeriksaan gigi dilakukan agar mengetahui masalah apa yang ada
dirongga mulut. Pemeriksaan gigi dapat dilakukan secara sederhana, hanya dengan
menggunakan hand instrumen (alat genggam) yaitu kaca mulut dan sonde. Setelah
dilakukan pemeriksaan gigi, kita dapat tahu masalah rongga mulut yang diperiksa
dan penanganan yang tepat sesuai masalah yang ada. Dan dapat menjadi deteksi
dini sebelum terjadi penyakit gigi dan mulut.
- Pemeriksaan Gigi Sederhana
1.
Alat Untuk Pemeriksaan Gigi
2.
Kaca Mulut

Kaca mulut adalah sebuah kaca kecil
berbentuk bundar dan diberi gagang. Alat ini akan dimasukkan ke dalam rongga mulut
untuk melihat keadaan gigi dan jaringan di sekitar gigi. Cara memegang kaca
mulut seperti memegang bolpoin atau pensil.
3.
Sonde
Sonde adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah
pada gigi, seperti lubang gigi, atau lapisan keras yang ada di permukaan gigi.
Cara memegang sonde sama seperti memegang kaca mulut, yaitu seperti memegang
bolpoin atau pensil (pen grasp). Cara memegangnya dengan ibu jari, jari
telunjuk dan jari tengah seperti kita memegang pena untuk menulis tetapi tidak
identik. Sedangkan jari manis dan atau jari kelingking sebagai titik tumpuan
pada jaringan keras gigi pada waktu melakukan preparasi.

2. Cara Melakukan Pemeriksaan Gigi Secara Sederhana
Dalam melakukan pemeriksaan gigi yang di cek adalah adanya bercak
hitam yang apabila sonde dimasukkan dapat menyangkut pada lubangnya. Apabila
ada kelainan pada rongga mulut. Atau adanya lapisan keras berwarna kuning pada
permukaan gigi. Adapun teknik-teknik dalam melakukan pemeriksaan gigi
sederhana, yaitu :
1.
Kaca mulut dipegang seperti
memegang bolpoin atau pensil
2.
Sasaran membuka mulut
3.
Kaca mulut dimasukkan untuk
melihat permukaan gigi pada rahang atas dan rahang bawah
4.
Semua permukaan gigi atas, bawah,
kanan, dan kiri dilihat pada kaca mulut.
5.
Apabila terdapat lubang maka
terdapat karies atau penyakit gigi berlubang
6.
Apabila terdapat bercak hitam,
maka kaca mulut dipegang menggunakan tangan kiri dan sonde dipegang pada tangan
kanan dengan teknik yang sama seperti memegang bolpoin atau pensil.
7.
Kemudian tangan kiri digunakan
untuk melihat bercak hitam pada gigi sasaran dan tangan kanan untuk memasukkan
ujung sonde pada bercak hitam. Apabila sonde tersangkut, maka bercak hitam
tersebut tanda awal gejala penyakit gigi berlubang (karies gigi)
8.
Apabila terdapat lapisan keras
pada permukaan gigi dan berwarna kuning kehijuan dan dicek menggunakan sonde
kasar dan keras seperti karang, maka terdapat karang gigi.
9.
Setelah mendapat permasalahan pada
rongga mulut seperti diatas, atau kelainan-kelainan bentuk dan warna maka
pemeriksaan telah selesai dilakukan
B.
Pembuatan Rujukan dan Laporan
Kasus Kesehatan Gigi
Setelah dilakukan pemeriksaan gigi secara sederhana, apabila
didapatkan permasalahan gigi berlubang, karang gigi, ataupun kelainan pada
bentuk dan warna pada rongga mulut maka dilakukan perujukan kepada puskesmas
penanggung jawa pada posyandu tersebut. Perujukan tersebut ditulis pada surat
rujukan sesuai dengan format yang ada. Dan dicatat pada buku laporan kesehatan
gigi dalam bentuk tabel, dan isian format antara lain :
1.
Tanggal
2.
Nama (yang diperiksa)
3.
Jenis Kelamin : P (perempuan)/ L
(laki-laki)
4.
Umur
5.
Hasil Pemeriksaan
6.
Keluhan Yang Dirasakan
Buku pelaporan tersebut sebagai bukti untuk ditunjukkan kepada
tenaga kesehatan gigi setempat atau puskesmas yang bertanggung jawab.

C.
Cara Pengisian Kartu KMGS dan
KASIH
KMGS (Kartu Menuju Gigi Sehat) dan KASIH merupakan kartu
pemeriksaan yang digunakan untuk memeriksa keadaan kesehatan gigi dan mulut
pada ibu hamil dan anak balita. Sedangkan kartu KASIH Kartu KMGS dan KASIH
berfungsi untuk :
1.
Digunakan untuk memonitor dan
mengevaluasi resiko penyakit gigi dan mulut pada ibu hamil.
2.
Untuk memberikan konseling makanan
/minuman ramah gigi pada ibu hamil
3.
Sebagai konseling untuk ibu pada kesehatan
gigi dan mulutnya untuk anak balita
4.
Untuk melihat tingkat resiko pada
ibu hamil
5.
Sebagai rujukan ke Puskesmas atau
untuk kontrol berkala



1. Memonitor kesehatan gigi anak melaui Kartu Gigi Sehat
pada kegiatan Posyandu.
2. Teknik menyikat gigi anak balita oleh pasangan orang
tua anak.
- REFERENSI
Buku
Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan Gigi dan Mulut di Masyarakat Kemenkes RI
Tahun 2012
Tidak ada komentar: